Tuan Guru Deli Jelaskan Soal HBH Yang Termasuk Kategori Bid’ah Hassanah

DELITUA, BBINEWS.COM

Dalam bulan Syawal tepatnya pasca Hari Raya Idul Fitri banyak kalangan masyarakat yang menyelenggarakan acara Halal bi Halal. Namun banyak juga kalangan masyarakat yang tidak mau menghadiri acara halal bi hala karena dianggap bid’ah atau mengada-ngada.

“Artinya memang halal bi halal itu, bid’ah karena tidak pernah dicontohkan atau dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Tapi tidak semua bid’ah itu sesatm” tegas Tuan Guru Deli (TGD), Prabu Kresna Erde pada acara halal bi halal di Surau MIFA (Majelis Ilmu Fardhu A’in) di Jalan Roso Gang Roso Indah, Delitua, Sabtu (4/4/2026).

Lebih lanjut TGD mengatakan, sejauh ini masyarakat Islam banyak yang tidak tahu dan faham tentang defisinisi dan jumlah bid’ah itu. Oleh karena itu ummat Islam wajib mengetahui arti dan maksud halal bi halal yang dikategorikan bid’ah itu. Sebenarnya ada lima bid’ah, empat yang hasanah dan hanya satu yang dholala  atau sesat.

“Tidak semua bid’ah itu sesat dan  halal bi halal ini masuk dalam kategori bid’ah mandubah. Memang tidah pernah dicontohkan Nabi Muhammad SAW tapi terdapat didalam sunnah, seperti bersilaturrahim. Itu yang dinamakan masuk dalam kategori bid’ah hasanah,” terang TGD.

Jadi dijelaskan TGD seharusnya semua perkataan dan perbuatan yang dikerjakan setiap hamba wajib diketahui dan difahami maksudnya. Jangan asal ikut-ikut melakukannya tanpa pengetahuan/ilmu.

“Itu taqliq buta namanya,” trgas TGD.

Acara halal bi halal di Surau MIFA itu diawali dengan istighfar, pujian kepada Tuhan serta sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan diakhiri dengan bermaaf-maafan dan makan bersama.(*)

Reporter: Ahmad Nuar

Editor: Aroen AR Jambak

banner 728x90

Related posts

Promo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *