MEDAN, BBINEWS.COM –
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhaj) Sumut, Dr. H. Zulkifli Sitorus mengatakan paspor dan kartu nusuk adalah ibarat “nyawa” bagi jamaah haji.
Hal itu dikatakan Zulkifli Sitorus saat menerima sekira 360 jamaah haji asal Deli Serdang dan Kabupaten Labuhan Batu Selatan yang masuk asrama Haji Medan pada Sabtu pagi (2/5/2026)
“Jamaah haji harus memiliki paspor. Kalau tak ada paspor maka kita tak dapat masuk ke Arab Saudi Jadi paspor tidak boleh hilang. Kalau tinggal maka tinggallah nyawa kita,“ katanya.
Nyawa lain adalah kartu nusuk yang baru dibagikan tadi. Kartu nusuq dipergunakan untuk masuk ke tempat-tempat beribadah selama mengerjakan haji. Tempat-tempat yang wajib didatangi jamaah ketika mengerjakan haji dalah Masjidil Haram, Shafa dan Marwa, Masjid Nabawi, Raudhah, Mina dan Arafah. Haji itu puncaknya adalah Arafah. Tak sah Haji kalau tak ke Arafah.
“Jadi Kartu Nusuq itu tak boleh hilang. Ia tiap digantung di leher kecuali mandi. Itupun kalau jamaah tidur tak lasak bolehlah gantung di leher. Tapi kalau lasak dan guling-guling lebih baik Kartu Nusuk nya diamankan saja agar tak patah,” kata Sitorus lagi.
Kartu Nusuk juga tak boleh dishare di medsos. Ini berbahaya sebab di kartu itu ada barcode dan data. Ketika dishare dan diketahui pihak lain maka data kita bisa diakses dan disalahgunakan. “Jadi Kartu nusuq jangan diupload di media sosial. Simpan dan jaga dengan baik,” ujarnya lagi. (*)
Reporter : Eko Yuharnanda
Editor : Aroen AR Jambak










