MEDAN, BBINEWS –
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara menggelar buka puasa bersama insan pers di aula Kantor Kejati Sumut, Jalan A.H. Nasution, Medan. Kegiatan bertema “Menebar Kebaikan dan Menjauhi Hoaks” ini dimaksudkan mempererat silaturahmi di bulan Ramadhan 1447 H.
”Pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang objektif dan berimbang sebagai kontrol sosial,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Dr. Harli Siregar S.H. M.Hum. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menggelar buka puasa bersama ratusan insan pers di Aula Kantor Kejati Sumut, Medan, Rabu (11/3/2026).
Turut menghadiri acara ini Wakil Ketua Kejati Sumut, Abdullah Noer Denny, S.H., M.H. dan tokoh pers diantaranya Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, Ketua SMSI Sumut Eris J. Napitupulu dan Ketua IMO Sumut H Nuar Erde Ketua Forwaka Sumut Irfandi, dan Ketua Forjakum Sumut Andri Syafrin. Kehadiran para pimpinan media ini menunjukkan soliditas antara aparat penegak hukum dan pekerja media.
Pentingnya Tabayyun dan Kode Etik
Harli menekankan bahwa hubungan harmonis antara Kejaksaan dan pers merupakan pilar penting bagi demokrasi. Oleh karena itu, sinergi ini harus terus dijaga demi menyampaikan kinerja Kejaksaan yang transparan kepada masyarakat. Ia berharap kolaborasi ini dapat mengedukasi publik secara luas.
Lebih lanjut, Kajati mengingatkan jurnalis untuk selalu mengedepankan prinsip tabayyun atau verifikasi dalam menghadapi arus informasi. Proses check and re-check sangat wajib dilakukan guna mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks. Hal ini penting agar produk jurnalistik yang dihasilkan tetap akurat dan bertanggung jawab.
“Kebebasan pers memang dijamin oleh UUD 1945, namun pelaksanaannya tetap harus berpijak pada Kode Etik Jurnalistik,” tegas Harli. Ia juga telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk lebih terbuka dalam memberikan informasi publik sesuai aturan. Keterbukaan ini diharapkan dapat memudahkan kerja jurnalis di lapangan.
Rencana Program Uji Kompetensi Wartawan
”Kami membuka akses bagi informasi yang merupakan hak publik, meski ada beberapa hal yang perlu dikaji lebih lanjut sebelum menjadi hak dan konsumsi publik,” lanjut Harli. Transparansi ini menjadi komitmen Kejati Sumut dalam memberikan pelayanan informasi yang berkualitas. Namun, keamanan data tertentu tetap menjadi prioritas sesuai regulasi.
Menariknya, Kajati Sumut juga mengungkapkan rencana strategis untuk mengadakan program Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Program ini dikhususkan bagi para jurnalis yang aktif melakukan peliputan di lingkungan Kejaksaan. Harli menargetkan minimal lima hingga sepuluh kelas untuk rencana program ini.
Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif spontan dan hangat dari pihak Kejaksaan tersebut. Ia mencatat bahwa momen buka puasa bersama ini merupakan terobosan baru selama 5 tahun masa jabatannya. Sinergi seperti ini dinilai mampu menciptakan iklim komunikasi yang lebih sehat.
Silaturahmi Tanpa Muatan Politik
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ditutup dengan pemberian bingkisan secara simbolis kepada anak yatim. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kajati Sumut didampingi Ketua PWI Sumut dan Ketua Forwaka Sumut. Suasana penuh kekeluargaan terlihat jelas saat sesi santunan tersebut berlangsung.
Mengakhiri sambutannya, Harli menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh tamu undangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Ia menegaskan bahwa acara ini murni merupakan ajang silaturahmi tanpa ada muatan politik apa pun. Harapan besar dititipkan agar hubungan baik ini terus berlanjut di masa depan.(*)
Reporter : Eko Yuharnanda










