MEDAN, BBINEWS.COM
Walikota Medan Rico Triputra Waas meminta masyarakat Melayu menghidupkan kembali berbagai tradisi kemelayuan sebagai jati diri dan ciri Kota Medan sebagai kota dengan kultur Melayu. Hal itu disampaikan Rico Waas ketika menerima Panitia Halal Bi Halal Masyarakat Melayu Indonesia di Kantor Walikota Medan pada Senin, (6/4 2026).
Menurut Rico. tradisi kemelayuan itu harus dihidupkan kembali tentu saja harus dikemas menjadi sebuah gerakan yang melibatkan seluruh masyarakat dan golongan yang berdomisili di Kota Meda ini. Rico mencontohkan tradisi Korea dan Jepang yang bisa go internasional dan diterima semua lapisan masyarakat dunia, seperti seni drama, seni tari, musik dan kuliner sehingga benar-benar mendunia.
“Masyarakat Melayu hendaknya dapat melakukan berbagai terobosan agar budaya Melayu bisa go internasioanal atau setidaknya dapat melekat pada setiap insan bangsa Indonesia khususnya di Sumatera Utara sehingga kultur dan tradisi Melayu tetap dapat menonjol di kota Medan.
Dalam kesempatan itu Walikota didampingi Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian dan Kepala Bagian Sosial Setda Kota Medan, Agus Maryono. Sedangkan Panitia HBH Masyarakat Melayu Indonesia hadir Ketua Panitia Dr. Milhan, Ketua Pengarah Dr. H Sakhyan Asmara, MSP, serta Prof. Ilmi Abdullah, Assoc Prof. Dr. Yanhar Jamaluddin, Dr. Cici Wardayani dan Ade Dermawan.
Lebih lanjut Rico Waas mengatakan potensi kegiatan budaya yang dimiliki oleh etnis Melayu sangat kaya seperti pertunjukan seni budaya, ornamen dan arsitektur serta kuliner yang harus dimasyarakatkan atau dipromosikan.
“Seperti Istana Maimon yang diharapkan sebagai ikon Kota Medan. Kita mengharapkan agar Istana Maimon dapat dikelola/ditata dengan baik dan harus dijaga kebersihan dan keindahannya sehingga bisa dijadikan objek tujuan wisata utama di Kota Medan. Hal ini tentu dapat dilaksanakan bila seluruh elemen masyarakat Melayu bersatu padu bekerja sama demi kejayaan puak Melayu,” kata Rico Waas lagi.
Rico mencontohkan seperti istana-istana peninggalan kerajaan di Eropa maupun di Asia yang sangat nyaman dikunjungi dan memberikan kesan yang mendalam bagi wisatawan.” ujar Rico Waas.
Selain Rico mengatakan pertunjukan seni musik, drama, sastra dan lagu-lagu Melayu harus terus digalakkan sehingga menimbulkan dampak ekonomis yang bisa dinikmati masyarakat Melayu pelaku kesenian itu.
Ketua Panitia Dr. Milhan menjelaskan rencana halal bihalal itu akan diadakan tanggal 12 April 2026 di Ball Room Hotel Mercure Medan. Acara yang bertema ”Melalui Semangat Idul Fitri Kita Rajut Persaudaraan Indonesia dalam Bingkai Keberagaman” ini akan diisi dengan Pidato Pencerahan oleh Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. Ketua Dewan Pakar PB GAMI Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME juga diharapkan dapat memberi pencerahan.
Tokoh-tokoh Melayu yang diharapkan menghadii acara ini diantaranya Ketua Dewan Pembina PB Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Tun Dr. H. Rahmat Shah, Ketua Umum Majelis Adat dan Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Prof. Dr. OK Saidin, SH, MH, Ketua Umum ISMI Nizhamul SE, MM, dan Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia (GAMI) Muhammad Subandi, ST, MM.
Ketua Steering Comittee Sakhyan Asmara menyampaikan ucapan terimakasih atas atensi walikota yang begitu antusias.
”Pak Wali sudah membuka peluang besar bagi masyarakat Melayu untuk mengembangkan tradisi dan kultur Melayu di kota Medan. Ini merupakan kesempatan dan sekaligus tantangan buat kami puak Melayu,” ujar Sakhyan.
Untuk itu, Sakhyan akan melakukan konsultasi dan koordinasi dengan seluruh elemen strategis puak Melayu di seluruh wilayah Sumatera Utara. (*)
Reporter: Ahmad Nuar
Editor : Aroen AR Jambak






