MEDAN, BBINEWS.COM –
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengklarifikasi tudingan miring terkait komitmen akomodasi Piala AFF U-19 yang menyudutkan pemerintah kota. Klarifikasi resmi tersebut disampaikan langsung kepada wartawan di Gedung PKK Medan pada Rabu (3/6/2026).
”Waktu PSSI datang ke Kota Medan hingga Mei, tidak pernah ada komitmen selain membenahi Stadion Teladan,” tegas Rico. Sejak awal, fokus utama jajaran Pemko Medan secara konsisten hanyalah merenovasi fasilitas olahraga yang sempat terbengkalai itu.
Terkait dinamika yang terjadi, PSSI ternyata baru mengirimkan surat permohonan dukungan akomodasi pada tanggal 24 Mei kemarin. Padahal, surat permohonan dana logistik itu dikirimkan hanya satu minggu sebelum kompetisi sepak bola dimulai.
”Ini secara aturan tidak bisa dilaksanakan, maka dari itu surat tersebut kami tembuskan ke Kemendagri,” lanjut Rico. Dia sangat menyayangkan keterlambatan surat dari federasi yang memicu polemik di tengah masyarakat.
Langkah koordinasi ke pemerintah pusat diambil demi menghindari pelanggaran hukum dalam penggunaan anggaran daerah. Oleh karena itu, Pemko Medan memilih bersikap hati-hati dan menunggu arahan resmi kementerian.
”Setiap uang APBD yang dikelola Pemda adalah uang rakyat yang harus saya pertanggungjawabkan,” ujar Rico menambahkan. Bagaimanapun, setiap rupiah anggaran daerah wajib melalui proses perancangan politik yang matang.
Rico Waas juga mengingatkan bahwa pencairan dana publik sama sekali tidak bisa dilakukan secara mendadak. Aturan perundang-undangan tata kelola keuangan negara harus tetap dipatuhi demi asas transparansi.
”Jadi harus dipahami benar bagaimana cara Pemko Medan menanggapi hal ini,” pungkas Rico secara tenang. Wali Kota Medan ini berharap publik bisa melihat duduk perkara ini secara objektif dan jernih.(*)









