22 Tahun MABIN Transformasi Menuju Melayu Nusantara

Catatan: Drs. Harun Al Rasyid (Jurnalis BBINEWS.COM)

Tanggal 16 Februari 2004 yang bertepatan dengan tanggal 25 Zulhijah 1425 saya mendampingi tokoh Melayu almarhum H. Abdul Manan Muis, pendiri Universitas Al Azhar Medan menghadiri acara Deklarasi Masyarakat Melayu Baru Indonesia di sebuah desa kecil di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang, Desa itu bernama Desa Sei Baharu. Banyak tokoh-tokoh Melau yang hadir seperti almarhum Majyen TNI (Purn.) H.Tengku Rizl Nurdin yang waktu itu menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Hebatnya lagi ada 13 utusan puak Melayu dari berbagai provinsi yang hadir dalam acara itu.
Saya merasakan sesuatu yang luar biasa waktu itu, bayangkan hanya di sebuah desa kecil diadakan suatu kegiatan besar mengumpulkan banyak tokoh-tokoh dari seluruk pelosok nusantara. Waktu itu saya hanya diberitahu bahwa tokoh yang berada dibalik perhelatan itu adalah Syarifuddin Siba.
“Supaya kau tahu Run, Siba itu adalah tokoh pemuda, pernah jadi Sekretaris KNPI dan yang perlu kau ingat dia adalah salah seorang dosen ketika Universitas Al Azhar Medan didirikan sekitar tahun 1983,” begitu kata Pak Manan kepada saya dalam perjalanan menuju Desa Sei Baharu Hamparan Perak itu.
Singkat cerita pada tanggal itu dibacakanlah PIAGAM MELAYU BARU Indonesia (MABIN) oleh H. Yusran Silondae yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Piagam itu ditandatangani 13 utusan itu yaitu:
1. H. Mawardi Ismail, SH, MHum (Nangro Aceh Darussalam),
2. H, Syahrum Rajali, MS (Sumatera Utara)
3. 3. Hj. Tien Marni (Riau)
4. Dr. Syafruddin (Sumatera Barat)
5. Drs. Hasan Ibrahim, MM (Jambi)
6. Johan Hanafiah (Sumatera Selatan)
7. Chairul Thabrani (Lampung)
8. Dr. Jasmine Zhaki Shahab (DKI Jaya)
9. Drs. R Tadi Riswadi (Banten)
10. H. Abang Imien Thaha ( Kalimantan Barat)
11. H. Yusran Silondae (Sumatera Selatan)
12. Drs. Hanafi M. (Sulawesi Selatan)
13. H, M Mistar (Kalimantan Barat)
Berikut teks lengkap Piagam MABIN tersebut:
Menyadari kondisi bangsa Indonesia sebagai rumpun Masyarakat Melayu masih terbelenggu dalam kemiskinan dan kebodohan yang harus diberikan solusinya secara tepat, terencana dan berkelanjutan maka perlu dilancarkan gerakan nyata untuk membebaskannya.
Selain itu, shilaturrahmi sesama komponen Masyarakat Melayu Baru selama ini belum terbangun secara produktif, maka dipandang perlu membangunan jaringan bisnis sesama komponen Masyarakat Melayu Baru Indonesia.
Berdasarkan kondisi objektif diatas, maka dengan mengharapkan ridho Allah SWT pada hari ini, kami mencanakan gerakan nyata untuk membangun suatu jaringan bisnis sesama Masyarakat Melayu Indonesia.
Untuk menindaklanjuti pernyataan di atas, kami sepakat menandatangani Piagam ini sebagai bukti komitmen dan kepedulian kami terhadap pembangunna Masyarakat Melayu Baru Indonesia agar menjadi bangsa yang bermartabat, berbudaya, bervisi kerakyatan, beragama, cerdas, mandiri, santun dan produktif. (Desa Sei Baharau Hamparan Perak, 25 Zulhijah 1425 H bertepatan dengan tanggal 16 Febuari 2024)
Kemudian Piagam itu disimpulkan dalam Falsafah MABIN yaitu:
Mencerdaskan kehidupan bangsa.
Amanah terhadap budayea leluhur.
Berpikir, berbuat dan bertindak kerakyatana.
Islam dan persatuan nasional mendasari perjuangan.
Norma santun dan produktif menjiwai shilaturrahmi.
Kemaren tanggal 22 Februari 2026 saya menghadiri acara 22 Tahun MABIN yang diadakan di sebuah sebuah kafe di inti kota Medan yaitu AOBI Cafe dikenal sebagai cafe tempat berkumpulnya tokoh-tokoh pergerakan di Kota Medan. Banyak juga tokoh yang hadir, mulai dari Anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra Datuk Subandi (yang juga Ketua GAMMI), Mantan Walikota Medan Abdillah, Ak. MBA. Mantan Pj. Bupati Labuhanbatu Utara Drs. Daudsyah Munthe. MM, Sekjen ISMI Dr. Yanhar Djamaluddin, MAP, Prof. Ilmi Abullah, Prof. Zainuddin sampai politis Ahmad Arif, SE, MM dan Marzuki. Juga hadir Sultan Deli Tuanku Arya Lamantiji Perkasa Alam dan Sultan Kualuh Tuanku Tengku Zainul.
Acar HUT ini diawali dengan diskusi bertajuk “Peran Pesantren Maritim di Kawasan selat Malaka” dengan narasumber Prof. Dr, Nisful Khairi MAg. dan Fahmi, ST., MPd
Peringatah HUT ke-22 ini merupakan salah satu rangkaian menjelang akan diselenggarakannya Kongres III BABIN di Jakarta sekitar bulan April 2026 mendatang, Hal itu tersirat dalam tema HUT ke-22 MABIN itu yaitu “Dengan HUM MABIN kita Sukseskan Kongres MABIN di Jakarta”.
Sejen MABIN H. Syarifuddin Siba, SH, MA daam pidatonya mengatakan kiprah MABIN mungkin belum seberapa bermanfaat bagi masyarakat Melayu, hanya masih sekadar kumpul-kimpul dan menyampaikanide-ide dan gaggasan saja. Namun menjelang Kongres III ini MABIM segera akan bertranformasi menjadi Melayu Nusantara sehingga gerak langkah MABIN ke depan akan lebih bermanfaat bagi Masyarakat Melayu di Nusantara. Artinya MABIN tidak saja menjadi Melayu Baru Indonesai tapi menjadi Melayu Baru Nusantara yang termasuk negara-negara di kawasan Nusantara ini.
“Untuk itu, saya butuh dukungan masyarakat Melayu di Sumatera Utara ini agar dapat menghadiri Kongres III MABIN di Jakarta. Dukungan para tokoh tingkat nasional dan pemerintahan Prabowo Subianto sangat mendukung tranformasi ini menjadi lebih luas,” kata Siba lagi. (*)

banner 728x90

Related posts

Promo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *