MEDAN, BBINEWS.COM –
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumut, Dr. Zulkifli Sitorus, MA, mengingatkan 360 jemaah haji Kloter II asal Kabupaten Langkat untuk tidak mengunggah foto asli Kartu Nusuk ke media sosial. Imbauan ini disampaikan guna mencegah penyalahgunaan data penting saat para jemaah tiba di Asrama Haji Medan pada Rabu (22/4/2026). Selain peringatan keamanan, jemaah juga dibekali informasi mengenai peningkatan fasilitas layanan penerbangan tahun ini.
Pentingnya Privasi Kartu Nusuk
“Mohon jangan mengunggah foto atau gambar asli kartu Nusuk ke media sosial,” tegas Zulkifli saat menyambut rombongan di aula keberangkatan. Ia menyarankan jika jemaah tetap ingin berbagi momen, cukup tampilkan bagian tertentu saja agar data identitas tetap terlindungi. Hal ini menjadi krusial karena kartu tersebut merupakan akses utama menuju lokasi ibadah di Tanah Suci.
Selanjutnya, Zulkifli menekankan bahwa Kartu Nusuk harus selalu melekat pada diri setiap jemaah dan dijaga agar tidak hilang. Kartu ini merupakan syarat wajib untuk memasuki Masjidil Haram, kawasan Arafah, serta tempat suci lainnya. Segala akses data jemaah telah terintegrasi di dalamnya, sehingga keamanannya menjadi prioritas pemerintah.
Peningkatan Layanan dan Fasilitas
“Tahun ini seluruh jemaah akan menggunakan fasilitas garbarata atau jembatan udara saat masuk ke pesawat,” jelas Zulkifli mengenai inovasi layanan bandara. Fasilitas yang kerap disebut “belalai gajah” ini menggantikan penggunaan tangga manual demi keamanan dan kenyamanan. Inovasi tersebut secara khusus bertujuan untuk memudahkan pergerakan jemaah lansia selama proses keberangkatan.
Di samping itu, Zulkifli menyampaikan salam hormat dari Menteri Haji dan Umrah kepada seluruh jemaah yang akan berangkat. Pemerintah telah melakukan berbagai kajian mendalam untuk meningkatkan kualitas layanan bagi para Duyufurrahman pada musim haji 1447 H ini. Transformasi layanan ini diharapkan mampu memberikan ketenangan lebih bagi jemaah dalam beribadah.
Pesan untuk Kelancaran Ibadah
“Istirahatlah yang cukup dan jangan habiskan tenaga untuk hal-hal yang tidak perlu,” imbau Zulkifli kepada jemaah yang dijadwalkan berangkat pada Rabu malam. Ia mengingatkan bahwa waktu persiapan di asrama sangat terbatas sehingga efisiensi tenaga sangat diperlukan. Fokus utama jemaah saat ini adalah menjaga kesehatan fisik dan mental sebelum perjalanan jauh.
Tak hanya fisik, faktor spiritual juga menjadi sorotan dalam sambutan penutup Ketua PPIH Embarkasi Medan tersebut. Beliau meminta jemaah memastikan keluarga di rumah telah ikhlas melepas keberangkatan mereka ke Tanah Suci. Menurutnya, hati yang tenang dan ikhlas akan membuat seluruh rangkaian ibadah terasa lebih ringan serta penuh berkah.
Profil Jemaah Kloter II
Sebagai informasi, Kloter II ini terdiri dari 354 jemaah asal Kabupaten Langkat didampingi oleh 6 petugas haji. Rombongan tersebut tiba di Asrama Haji Medan sekitar pukul 07.00 WIB dengan iringan 9 armada bus utama. Kehadiran mereka menandai dimulainya fase operasional keberangkatan bagi masyarakat Langkat.
Dalam daftar manifes, tercatat Putri Amelia Ainun Habibi sebagai jemaah termuda yang berusia 21 tahun. Sementara itu, predikat jemaah tertua dipegang oleh Yuslinar Ilyas yang kini telah memasuki usia 81 tahun. Keberagaman usia ini menunjukkan semangat ibadah yang luar biasa dari berbagai generasi masyarakat Sumatera Utara.(*)




