MEDAN, BBINEWS.COM –
Sebanyak 358 jemaah haji Kloter 05 Debarkasi Medan tiba di Asrama Haji Medan pada Minggu (7/6/2026) dini hari. Kedatangan para tamu Allah ini disambut dengan suasana haru setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Rombongan tersebut mendarat di Bandara Kualanamu pada Sabtu (6/6/2026) malam setelah menempuh perjalanan dari Arab Saudi. Ketua PPIH Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, S.Ag., M.A., memimpin langsung prosesi penyambutan resmi untuk memastikan pelayanan berjalan dengan lancar.
Jemaah yang kembali ini terdiri atas warga Kota Medan, Tapanuli Selatan, Asahan, Pematangsiantar, Labuhanbatu Utara, dan Deli Serdang. Mereka didampingi oleh enam petugas kloter yang mengawal perjalanan selama lebih kurang 40 hari.
Namun, terdapat satu jemaah bernama Awaluddin Huta Suhut yang harus tanazul keluar karena mengalami sakit di sana. Selain itu, kloter ini juga membawa kabar duka atas wafatnya Teuku Eddi Gusmar di Kota Makkah.
”Justru setelah kembali ke Tanah Air, saatnya membuktikan kemabruran haji melalui meningkatnya ketaatan,” ujar Zulkifli Sitorus saat memberikan bimbingan. Beliau menegaskan bahwa predikat haji harus berdampak positif pada peningkatan kesalehan sosial di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh pengalaman spiritual selama di Arab Saudi wajib diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kesalehan pribadi dan kepedulian terhadap sesama harus menjadi bukti nyata dari perubahan perilaku para jemaah.
Pihak PPIH juga memberikan penghargaan berupa penyematan selempang apresiasi kepada seluruh petugas serta ketua rombongan. Penghargaan simbolis tersebut diserahkan langsung kepada Ketua Kloter, Rahmadsyah Siregar, dan dokter kloter yang bertugas.
Langkah ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi tinggi dalam melayani jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan. Semua pihak berharap pengabdian ikhlas tersebut menjadi ladang amal saleh yang diterima oleh Allah SWT.
Selanjutnya, dr. Riza dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Medan memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit menular. Jemaah diimbau melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari ke depan di rumah.
”Apabila ada keluhan kesehatan dalam 21 hari ke depan, segera berobat ke puskesmas,” tegas dr. Riza mengingatkan. Penggunaan masker dan penerapan pola hidup bersih sangat disarankan untuk menjaga kesehatan keluarga di kampung halaman.(*)





