DELI SERDANG, BBINEWS.COM –
Universitas Deztron Indonesia resmi meluncurkan Akademi Football Spanyol Internasional – Deztron Sumatera Utara (AFSI-DSU) di Stadion Mini Unimed, Deli Serdang, pada Rabu (24/6/2026). Lembaga internasional berbasis di Spanyol, Speed International Sport (SIS), mengafiliasi langsung akademi ini untuk membina bakat muda lokal menembus industri sepakbola profesional.
Inisiator sekaligus Pembina AFSI DSU, Prof. Adjunct Dr. Marniati, SE, MKes, merancang peluncuran strategis ini demi menjawab minimnya akademi berkualitas global di Sumatera Utara. Kehadiran wadah ini bertujuan agar anak-anak Medan memiliki fondasi kokoh untuk bersaing di ekosistem sepakbola modern nasional hingga internasional.
Kehadiran Tokoh Sepakbola dan Afiliasi Spanyol
”Filosofi sepak bola Spanyol tidak hanya melatih kemampuan fisik pemain, tetapi juga membangun kecerdasan bermain, pengambilan keputusan, dan insting di lapangan,” ujar CEO AFSI Josele Gonzales. Kurikulum berstandar dunia inilah yang akan diterapkan secara ketat kepada seluruh siswa yang menimba ilmu di Medan.
Josele Gonzales datang langsung dari luar negeri didampingi oleh Direktur Pelaksana AFSI, Victor De Arse. Kehadiran dua petinggi lembaga pencari bakat internasional tersebut menegaskan komitmen nyata dan legalitas afiliasi resmi akademi dengan jaringan global di 141 negara.
Mantan Deputi Kemenpora RI Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP, turut memperkuat manajemen dengan mengambil peran penting sebagai ketua panitia sekaligus penasihat utama akademi. Tokoh sepakbola nasional yang juga mantan Ketua Umum PSSI, Prof. Dr. Djohar Arifin Husin, hadir memberikan dukungan penuh secara langsung.
Acara prestisius ini dihadiri pula oleh Ketua Umum KONI Sumatera Utara Hatunggal Siregar dan perwakilan PSSI Sumatera Utara Yosephine Sembiring. Kehadiran para pemangku kepentingan olahraga ini semakin menegaskan legitimasi kuat akademi dalam peta pembinaan sepakbola regional.
Dukungan Akademisi dan Mantan Pemain PSMS
Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unimed Imran Akhmad bersama mantan Rektor UMSU Agussani turut menyaksikan momen bersejarah ini. Hadir pula mantan Rektor UISU Yanhar Jamaluddin serta tokoh militer Mayjen (Purn) Hasyim yang mendukung penuh pembinaan usia dini tersebut.
Legenda hidup jajaran mantan pemain PSMS Medan seperti Iwan Karo-karo turut memberikan suntikan motivasi kepada para talenta muda. Sementara itu, mantan pemain andalan Abdul Rahman Gurning dipastikan masuk dalam jajaran tim pelatih berlisensi resmi akademi.
Kurikulum Intensif dan Beasiswa ke Eropa
”Setiap tahun nantinya akan ada seleksi bakat dari seluruh pemain yang berlatih di AFSI-DSU,” jelas Josele Gonzales saat memaparkan program unggulan. Tiga pemain terbaik hasil pantauan berkala akan dipilih untuk diberangkatkan ke Spanyol guna mengikuti program latihan intensif serta bertanding.
”Ada pemantauan setiap bulan secara online yang terafiliasi langsung dengan sistem SIS di Spanyol,” ungkap Prof. Marniati menambahkan penjelasan kurikulum. Jajaran pelatih berpengalaman dengan lisensi resmi akan mengajarkan langsung seluruh materi teknik, taktik, dan pembentukan mental juara.
”Tahun depan kita akan membuat kontrak untuk mendatangkan langsung pelatih dari Spanyol,” tegas Marniati demi mendongkrak kualitas latihan. Melalui metode terstruktur ini, proses pembinaan berkala dipastikan berjalan ketat sesuai tingkatan usia para siswa terdaftar.
Untuk bergabung di akademi ini, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 900 ribu yang sudah termasuk perlengkapan latihan dan seragam. Sementara biaya pembinaan ditetapkan sebesar Rp 1 juta per bulan.
Misi Sosial bagi Pemuda Sumatera Utara
“Awalnya akademi ini akan dibuka di Malaysia dan Bangladesh, tapi karena ada Universitas Deztron Indonesia di Medan ini kami jadi punya keberanian untuk membantu anak-anak di Sumatera Utara,” ujar Prof. Marniati. Keberadaan kampus lokal ini menjadi jembatan utama masuknya investasi pendidikan olahraga global ke tanah air.
“Saya sendiri bukan pecinta sepakbola yang fanatik, tapi Saya mencintai anak-anak muda,” pungkas Marniati mengenai visi humanis di balik proyek besar ini. Melalui pendekatan olahraga, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi disiplin, sehat, serta tangguh berkompetisi di level internasional.(*)






